Kesimpulan. Cerpen "Robohnya Surau Kami" mengisahkan tentang perjuangan Hamid dan masyarakat desa dalam membangun surau baru setelah surau lama mereka roboh. Dengan semangat, keberanian, dan dukungan dari Zainuddin, mereka berhasil membangun surau baru yang indah dan nyaman. Setelah mengetahui identitas dari cerpen Robohnya Surau Kami kamu juga perlu mengetahui unsur intrinsik cerpen Robohnya Surau Kami. Dimana dalam cerpen terdapat beberapa unsur intrinsik di dalamnya. Yang meliputi tema, tokoh dan juga penokohan, alur (plot), latar tempat (setting), latar waktu, gaya bahasa (majas) hingga amanat yang terkandung
Berikut isi lengkap cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A Navis yang fenomenal tersebut: Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku.
Kesimpulan. Cerpen "Robohnya Surau Kami" adalah salah satu karya sastra Indonesia yang sangat berharga. Melalui cerita ini, pembaca dapat belajar tentang pentingnya kesatuan dan kebersamaan dalam menghadapi cobaan hidup. Cerita ini juga mengajarkan tentang keikhlasan dan empati terhadap sesama.

Kesimpulan. Cerpen "Robohnya Surau Kami" menggambarkan tentang kejadian tragis yang dialami oleh warga desa ketika surau tempat mereka beribadah roboh akibat terjadi gempa bumi. Cerita ini memperlihatkan penokohan yang kuat dan mendalam dari berbagai karakter, seperti Abas dan Kyai Maimun.

Dari permasalahan di atas, penulis mencoba mengangkat sebuah cerpen yang cukup fenomenal berjudul "Robohnya Surau Kami" karya A.A Nafis. Dengan maksud supaya kita dapat mengapresiasi cerpen tersebut melalui analisis unsur yang terkandung di dalamnya.
tirto.id - Robohnya Surau Kami adalah kumpulan cerita pendek yang mengantarkan A.A. Navis meraih ketenaran di dunia sastra. Awalnya, cerpen ini terbit perdana pada tahun 1955 melalui majalah Kisah . Selanjutnya, cerpen tersebut dimasukkan ke dalam buku kumpulan cerpen Navis yang diterbitkan Penerbit NV Nusantara di tahun 1956. Kesimpulan. Robohnya surau kami merupakan peristiwa yang menyedihkan bagi masyarakat desa. Namun, dengan semangat gotong royong dan kerja sama yang tinggi, kami yakin surau kami akan segera bangkit kembali. Proses pembangunan telah dimulai dan masyarakat terus berpartisipasi aktif. Kami berharap surau baru ini dapat menjadi tempat ibadah dan maka dalam Robohnya Surau Kami, A. A. Navis menarik fakta yang ada dal am isu-isu sosial yang berusaha dikemukakannya dan menjelaskannya dengan cara yang terbilang antimainstream, yakni melalu .
  • k4s3qel8mk.pages.dev/163
  • k4s3qel8mk.pages.dev/438
  • k4s3qel8mk.pages.dev/421
  • k4s3qel8mk.pages.dev/254
  • k4s3qel8mk.pages.dev/306
  • k4s3qel8mk.pages.dev/469
  • k4s3qel8mk.pages.dev/119
  • k4s3qel8mk.pages.dev/364
  • kesimpulan cerita robohnya surau kami