JAKARTA – Zalim merupakan perbuatan yang dilarang agama. Allah SWT menunda siksaan mereka dan ajal mereka, agar mereka kian bertambah zalim dan melampaui batas. إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ "Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan." QS Ali Imran 178. Hal itu mungkin ditangguhkan juga untuk memberi kesempatan kepada orang-orang zalim agar bertaubat dan kembali ke jalan Allah, yang memiliki sifat Al-Halim Yang Mahalembut. Atau karena orang yang terzalimi sebelumnya telah berbuat zalim kepada yang lain pada masa hidupnya, lalu kezaliman yang menimpa dirinya merupakan hukuman atas kezaliman dia sendiri pada masa lalu. Allah SWT sungguh telah mengancam orang-orang zalim dengan mendahulukan hukuman mereka di dunia sebelum kembali ke akhirat, karena hinanya kezaliman, dan banyaknya efek buruk bagi masyarakat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. لَيْسَ شَيْءٌ أُطِيعُ اللهَ فِيهِ أَعْجَلَ ثَوَابًا مِنْ صِلَةِ الرَّحِمِ، وَلَيْسَ شَيْءٌ أَعْجَلَ عِقَابًا مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ “Tidak ada sesuatu yang aku patuhi kepada Allah di dalamnya amalan itu lebih cepat mendapat ganjaran lebih dari menyambung tali silaturahim, dan tidak ada sesuatu yang lebih cepat hukumannya dari berbuat zalim dan memutus tali silaturahim.” HR Baihaqy. Oleh karena itu, balasan bagi orang zalim di dunia ini mungkin muncul pada kesimpulannya, yaitu akhir hidupnya akan sangat menyakitkan. Rasulullah SAW bersabda إن اللهَ ليُملي للظالمِ، حتّى إذا أخذه لم يفلتْهُ، قال ثمّ قرأ وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ "Sesungguhnya Allah akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zalim. Apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya." Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi 'Begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu sangat pedih dan keras.' Qs Hud ayat 102. Sebagaimana Allah menghinakan pelaku zalim saat di dunia, yang merasakan kepahitan hidup dan kehinaannya, Allah juga akan menyiksanya pada hari kiamat. Di antara hukuman duniawi pelaku kezaliman ialah diharamkannya dia dari keberkahan dan dihilangkannya nikmat. Allah SWT berfirman dalam surat Al Qalam yang menceritakan tentang para pemilik kebun, dan mereka pelit, mereka bertekad untuk tidak memberikan hak yang seharusnya diberikan kepada orang fakir miskin, Allah berfirman إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ*وَلَا يَسْتَثْنُونَ*فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ*فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ*فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ*أَنِ اغْدُوا عَلَى حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَارِمِينَ*فَانطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ*أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ*وَغَدَوْا عَلَى حَرْدٍ قَادِرِينَ*فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ*بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka musyrikin Makkah sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik hasil nya di pagi hari dan mereka tidak mengucapkan, "Insya Allah, " lalu kebun itu diliputi malapelaka yang datang dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, lalu mereka panggil-memanggil di pagi hari, "Pergilah di waktu pagi ini ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya.” Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan, "Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.” Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi orang-orang miskin, padahal mereka mampu menolongnya. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sesungguhnya kita benar-benar orang yang sesat jalan, bahkan kita dihalangi dari memperoleh hasilnya." QS Al Qalam ayat 17-27.
Berhadapandengan Firaun yang zalim dan berhijrah ke Palastin bersama dengan Bani Israel yang degil dan ingkar. MadinaputehAqidahT3 ModulPendidikanIslamT3 4. NABI ISA a.s Ditentang oleh orang Yahudi sehingga mereka merancang untuk membunuh baginda, tetapi Allah SWT menyelamatkan baginda lalu diangkat ke langit 5. NABI MUHAMMAD a.s
Connection timed out Error code 522 2023-06-13 133417 UTC Host Error What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d6ab50c1ed30bba • Your IP • Performance & security by CloudflareDiantara ciri-ciri orang zalim yakni gemar melakukan kemungkaran, senantiasa mengingkari kebenaran dan suka membuat pembenaran. Di antara ciri-ciri orang zalim yakni gemar melakukan kemungkaran, senantiasa mengingkari kebenaran dan suka membuat pembenaran. Rabu, 27 Juli 2022; Cari. Network. Tribunnews.com;
JAKARTA – JAKARTA – Islam jelas melarang perbuatan zalim. Hal ini karena perbuatan zalim akan menyisakan tanggungan bagi pelakunya. Kendati demikian, sebagian Muslim mungkin ada yang pernah merasa dianiaya oleh seseorang. Dia tidak berdaya menghadapi, dan hanya doa yang bisa dia panjatkan. Namun doanya adalah agar si penganiaya dirinya itu agar meninggal dunia. Lantas apakah itu dibolehkan dalam Islam? Anggota Fatwa Darul Ifta Mesir Syekh Muhammad Abdul Sami menyampaikan, jika seseorang dianiaya atau dizalimi maka lebi baik berdoa kepada Allah ﷻ untuk mengambil apa yang menjadi haknya. Adapun dalam Islam terdapat doa yang diajarkan untuk orang-orang yang dizalimi. Doa tersebut ialah حسبنا الله ونعم الوكيل hasbunallah wa ni'mal wakil. "Doa ini lebih baik daripada mendoakan mati orang yang menganiaya kita," tutur dia seperti dikutip dari laman Elbalad, Kamis 20/1. Syekh Ahmad Wissam, anggota fatwa Darul Ifta Mesir yang lain, menjelaskan, orang yang dizalimi dibolehkan untuk mendoakan orang yang menzalimi dirinya. Namun dia mengatakan, doa itu ada seninya dalam memilih diksi. Maka salah satu doa yang disampaikan ialah doa حسبنا الله ونعم الوكيل "hasbunallah wa ni'mal wakiil" Nabi Muhammad ﷺ juga pernah berdoa selama sebulan sepenuh untuk orang-orang yang menipu sahabatnya. Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata قَنَتَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالعَصْرِ وَالمَغْرِبِ وَالعِشَاءِ وَصَلاَةِ الصُّبْحِ فِ "Rasulullah ﷺ melakukan qunut selama satu bulan berturut-turut pada sholat Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh. HR Abu Dawud Dalam lafadz riwayat Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengucapkan doa di dalam sholatnya yang berbunyi اللَّهُمَّ الْعَنْ لِحْيَانَ وَرِعْلاً وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ عَصَتِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ "Ya Allah laknatlah Bani Lihyan, Bani Ri'il, Bani Dzakwan, dan Bani Ushayyah yang mereka itu telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah SWT mengampuni Bani Ghifar dan memberi kedamaian kepada Bani Aslam." Sumber elbalad BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Hadisdi atas menerangkan tentang orang yang beriman kekasih Allah SWT. Syurga terdiri dari 100 tingkat jarak antara 1 tingkat dan. عار مك ل ك. ORANG BERIMAN KEKASIH ALLAH Riwayat Bukhari Maksudnya. Sebutkan amalan-amalan sunat yang boleh menyuburkan kasih sayang sesama insan 8. 2 markah iii Terangkan dua pengajaran ayat di atas. loading...Doa orang yang didzalimi adalah salah satu doa yang sangat mustajab, karena doa orang yang terdzalimi akan dikabulkan oleh Allah azza wajalla. Foto ilustrasi/ist Doa orang yang didzalimi adalah salah satu doa yang sangat mustajab , karena doa orang yang terdzalimi akan dikabulkan oleh Allah azza wajalla. Untuk itu, kita harus hati-hati jangan sampai segala ucapaan atau perbuatan dapat mendzalimi orang shallallahu alaihi wa sallam bersabda وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الله حِجَابٌ”Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah”.HR. Bukhoai dan Muslim Baca Juga Beruntunglah kita, apabila orang yang terdzalimi tersebut hanya berdoa memohon kebaikan bagi dirinya atau bahkan memohon kebaikan untuk orang yang mendzaliminya, yaitu berupa hidayah. Sebaliknya, jika ia memohon keburukan untuk kita, maka terancamlah kita dengan doa tersebut, dan hanya kepada Allah kita memohon Dzalim dan BalasannyaDalam Islam, dzalim atau dzulmun merupakan lawan dari kata adil yang diartikan secara bahasa adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya, dan secara istilah adalah melakukan sesuatu yang keluar dari koridor kebenaran, baik karena kurang atau melebihi melarang perbuatan dzalim baik terhadap diri sendiri, orang lain, bahkan terhadap Rabb pencipta alam semesta Allah azza wa jalla. Disebutkan dalam hadis qudsiقَالَ الله تبارك وتعالى يا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلى نَفْسِي وَجَعَلْتُه بَينَكُمْ مُحَرَّماً فَلَا تَظَالمُوا"Allah tabaaraka wa ta’ala berfirman “wahai hamba-hambaKu sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diriKu, dan Aku jadikan kedzaliman diharamkan diantara kalian, maka janganlah kalian saling mendzalimi.”HR MuslimMenurut Ustadz Faisal Abu Fatih, hadis tersebut menjelaskan bahwa Allah azza wajalla mengharamkan perbuatan dzalim antara seorang hamba dengan hamba yang lainnya, bahkan terhadap Allah azza wajalla kita lebih diharamkan untuk berbuat dzalim kepadaNya yaitu dengan berbuat syirik kepadaNya dan ini adalah kezaliman yang sangat Allah subhanahu wata’ala berfirman إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ“Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar” 13Ketika Allah azza wajalla mengharamkan perbuatan dzalim antara seorang hamba dengan yang lainnya, dengan tujuan agar tercipta saling menghormati dan saling menghargai diantara sesama tanpa mengenal status dan kedudukan seseorang. "Akan tetapi jika kezaliman itu muncul dari seorang hamba, maka hilanglah semua sikap tersebut dan akibatnya bagi orang yang berbuat zalim akan mendapatkan balasan di dunia maupun di akhirat,"ungkap dai dari Bimbingan Islam balasan di akhirat adalah akan diqishash pada hari kiamat, disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bertanya رُونَ مَا المُفْلِسُ؟ قَالُوا اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لَيْسَ لَهُ دِرْهَمَ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ المُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي وَقَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يَقْضِيَ مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِArtinya “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”.Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda”.Nabi bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dikalangan ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat, tapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terdzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kedzalimannya, maka diambillah dosa-dosa orang yang terdzalimi itu, lalu diberikan kepadanya, kemudian diapun dicampakkan kedalam neraka”. HR. MuslimBaca juga Doa Masuk Pasar, Bacaan Wajib bagi Kaum Wanita yang Gemar Shopping Dan contoh balasan di dunia adalah dijauhkan dari hidayah Allah azza wa jalla, Allah subhanahu wata’ala berfirman إِنَّ الله لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَArtinya “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim” 51Sungguh masih banyak lagi contoh balasan bagi orang-orang yang berbuat zalim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits rosulullah shallallahu alaihi wa sallam, akan tetapi dua contoh tersebut sudah cukup menggambarkan kepada kita kalau kita benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir betapa besarnya balasan bagi orang-orang yang berbuat dzalim, sehingga kita takut dan menjauhi perbuatan Terlanjur Berbuat Dzalim BismillahirahmanirrahimRasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID zr1iMPlGWyRr2fj4CRuOKR0CWYqbFx1g2sAG9IiaRtO6yNpubqYtmw== Pengajiankitab oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. Mari kita lanjutkan kembali untuk menyimak kajian kitab Adabul Mufrad, buah karya Imam Bukhari rahimahullah, yang dibahas oleh Ustadz Dr. Syafiq Basalamah.Ceramah ini lanjutan dari pembahasan lalu yang telah menyelesaikan 2 bab: Bab Firman Allah tentang Kewajiban Berbakti kepada KeduaDi akhir zaman ini banyak kita temui aksi-aksi kekerasan, kezaliman dan perbuatan yang dapat mengancam keselamatan. Tak sedikit orang yang menjadi korban dari perbuatan zalim sekelompok kaum atau orang-orang lulusan Yaman, Syeikh Fikri Thoriq membeberkan sebuah amalan doa agar terhindar dari kejahatan orang lain. Ini adalah doa Nabiyullah Musa 'alaihissalam AS yang diberitakan Nabi Muhamamd SAW kepada Ta'ala menceritakan kisah Nabi Musa yang ketakutan dikejar oleh pembesar Mesir. sehingga Allah memberinya ilham untuk memanjatkan doa ini. Berikut kisahnya diabadikan dalam Al-Qur'anوَجَآءَ رَجُلٌ مِّنۡ اَقۡصَا الۡمَدِيۡنَةِ يَسۡعٰى قَالَ يٰمُوۡسٰٓى اِنَّ الۡمَلَاَ يَاۡتَمِرُوۡنَ بِكَ لِيَـقۡتُلُوۡكَ فَاخۡرُجۡ اِنِّىۡ لَـكَ مِنَ النّٰصِحِيۡنَ"Dan seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, 'Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu, maka keluarlah dari kota ini, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu." Al-Qashash20فَخَرَجَ مِنۡهَا خَآٮِٕفًا يَّتَرَقَّبُ قَالَ رَبِّ نَجِّنِىۡ مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِيۡنَ"Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-menunggu dengan khawatir, dia berdoa "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang hendak berbuat zalim itu." QS Al-Qashash 21Berikut Lafaz Doanyaرَبِّ نَجِّنِىۡ مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِيۡنَRobbi Najjinii Ya Allah, Selamatkanlah aku dari kaum yang hendak menzalimiku."Kalau baca doa ini, orang lain gak akan zalimi ente. Karena doanya ada dalam Al-Qur'an," kata Syeikh Fikri ketika mengisi kajian di Masjid Raya Al-Ittihad Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu adalah doa yang diberitakan Allah Ta'ala dan Allah yang akan mengijabah siapa yang menggunakan doa ini. Kata Syeikh Fikri, doa yang ada di Al-Qur'an memiliki derajat nomor satu satu paling afdhol. Apabila seseorang menerima ancaman atau akan disakiti oleh orang lain, maka dianjurkan memperbanyak doa ini. Semoga dengan berkat doa ini kita dipelihara dari segala bentuk kezaliman.rhs
1 Syirik. Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu, misalnya dengan berhala maupun makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Orang yang melakukan dosa syirik disebut musrik. Syirik digolongkan menjadi dosa yang sangat besar, dan Allah SWT tidak akan mengampuni dosa ini. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia
di antara sikap yang mencelakakan diri seorang hamba dan membuatnya tersandung serta jatuh dari kedukaannya ialah berlaku zalim terhadap sesama hamba Allah. Dzalim terhadap sesama itu contohnya dengan merampas hak-hak mereka dan menindas mereka yang lemah. Dr Aidh Abdullah Al Qarni dalam bukunya La Tahzan telah mengutip perkataan dari seorang yang bijak. "Takutlah kalian kepada orang yang tidak punya penolong lagi terhadap kezaliman kalian selain Allah." Sesungguhnya sejarah berbagai umat telah mencatatkan kepada kita berbagai contoh yang masih melekat hidup dalam ingatan tentang kesudahan yang dialami oleh orang-orang yang zalim. Dikisahkan Amir bin Thufail yang melancarkan rencana jahat terhadap Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan berupaya menculiknya. Atas tindakannya ini, Rasulullah mendoakan untuk kebinasaannya. "Akhirnya Allah pun menimpakan padanya suatu penyakit di kelenjar lehernya. Pada saat itu juga ia mati yang sebelumnya dia menjadi jerit karena kesakitan," katanya Arbad bin Qais melakukan gangguan yang menyakitkan terhadap diri Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan berencana untuk membunuhnya. Maka beliau Rasulullah mendoakan untuk kembinasannya. "Akhirnya, dia disambar petir yang menghanguskan diri dan unta kendaraannya," katanya. Sebelumnya Al-Hajjaj, di algojo itu, membunuh Sa'id bin Jubair dalam tenggang waktu yang tidak lama, Said mendoakan untuk kebinasaannya seraya mengatakan. "Ya Allah, janganlah Engkau beri dia kekuasaan terhadap seorang pun sesudahku." Al-Hajjaj pun tertimpa penyakit bisul pada tangannya lalu menyebar ke bagian tubuh lainny. Akhirnya, Al-Hajjaj mengerang kesakitan dengan mengeluarkan suara seperti banteng yang meregang nyawa, kemudian ia mati dalam keadaan yang mengenaskan. Sufyan Ats Tsauri bersembunyi karena takut akan kekejaman Abu Jafar Al-Manshur, Abu Jafar berangkat menuju kota suci Makkah, sedangkan Sufyan berada di dalam kota suci tepatnya di Masjidil Haram. Sufyan pun berdiri dan memegang kain kelambu Kabah seraya berdoa kepada Allah semoga tidak masuk ke dalam rumahNya. "Abu Jafar pun mati di sumur Ma'unah sebelum ia memasuki kota Makkah," katanya. Ahmad bin Abu Duad, qadhi yang beraliran Mu'tazilah ikut andil menyiksa Imam Ahmad bin hambal. Imam Ahmad pun mendoakan kebiasaannya, maka Allah menimpakan padanya penyakit stroke yang membuatnya sering mengatakan. "Adapun separuh tubuhku ini apabila dihinggapi oleh seekor lalat kurasakan sakit yang bukan kepalang hingga seakan-akan dunia ini kiamat, sedangkan separuh tubuhku yang lain andaikata digrogoti dengan catut sekalipun niscaya aku tidak merasakannya." Imam Ahmad juga mendoakan untuk kebinasaan Ibnu Zayyat si perdana menteri, maka Allah menguasakannya kepadanya orang yang menangkapnya yang kemudian memasukkannya ke dalam tungku api dan mamaku kepalanya dengan paku.