Quipperian! Evolusi merupakan ilmu yang mempelajari perubahan yang berangsur-angsur menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat. Teori evolusi mempelajari proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup. Teori evolusi merupakan suatu teori yang dinamis, selain penting dalam biologi juga dalam perkembangan teknologi. Anak IPA? Yuk Belajar Biologi Tentang Teori Evolusi! Biologi sebagai salah satu ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan keadaan fisik organisme atau mkhluk hidup mengemukakan juga ide atau gagasan evolusi biologis biological evolution yang mana telah mengalami evolusi pula dalam sejarah perkembangannya. Evolusi biologis sebagaimana dikenal dewasa ini telah berbeda dengan gagsan evolusi yang dikemukakan oleh Aristoteles, Chevalier de Lamarck, dan Charles Robert Darwin. Apa sih Teori Evolusi Biologi? Teori evolusi biologis mengemukakan bahwa hewan, tumbuhan, dan juga manusia merupakan hasil perkembanagn evolusi dari makhluk-makhluk hidup yang berbentuk lebih sederhana, bermula dari adanya satu atau beberapa bentuk makhluk hidup sangat sederhana pda awal kehidupan di bumi yang secara perlahan-lahan berkembang menjadi berbagai spesies organisme Widodo, 1993. Terdapat sejumlah bukti tidak langsung yang tidak lengkap dan penjelasan dari berbagai cabang biologi yang dapat digunakan untuk mendukung gagasan evolusi. Biologi sebagai ilmu pengetahuan alam memiilki metode induktif dalam memperoleh kebenaran. Kebenaran evolusi yang diperoleh dari penarikan kesimpulan secara induktif ini diterapkan berlaku umum terhadap semua organisme. Biologi sebagai ilmu pengetahuan alam pada umumnya mewadahi hal-hal yang rasional dengan dilengkapi bukti-bukti. Apabila terdapat fenomena suatu peristiwa alam dapat dikemukakan gagasan yang dapat menjelaskan fenomena tersebut dengan disertai bukti-bukti yang bisa diuji, gagasan hasil pengujian tersebut disebut hukum. Apabila hanya terdapat bukti-bukti yang tidak langsung atau bukti-bukti yang tidak lengkap untuk mendukung penjelasan rasional terhadap gejala alam, maka gagasan hasil telaahnya disebut sebagai teori. Sedangkan apabila gagasan itu sama sekali belum disertai bukti yang diperlukan maka gagasan tersebut disebut sebgai hipotesa. Mekanisme Teori Evolusi Biologi Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi – dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik Bahasa Inggris Genetic Drift merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi. Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru. Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini. Fakta Evolusi Biologi Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori-teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu. Namun, mekanisme yang mendorong perubahan ini tetap tidaklah jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh Charles Darwin, On the Origin of Species yang menjelaskan dengan detail teori evolusi melalui seleksi alam. Karya Darwin dengan segera diikuti oleh penerimaan teori evolusi dalam komunitas ilmiah. Pada tahun 1930, teori seleksi alam Darwin digabungkan dengan teori pewarisan Mendel, membentuk sintesis evolusi modern, yang menghubungkan satuan evolusi gen dengan mekanisme evolusi seleksi alam. Kekuatan penjelasan dan prediksi teori ini mendorong riset yang secara terus menerus menimbulkan pertanyaan baru, di mana hal ini telah menjadi prinsip pusat biologi modern yang memberikan penjelasan secara lebih menyeluruh tentang keanekaragaman hayati di bumi. Teori Evolusi Biologi yang Berkembang Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi. Belajar Biologi Teori Mutasi untuk Materi Dasar SMA Saat ini teori evolusi biologi tidak lagi identik dengan prototype darwinisme dan neo-darwinisme karena adanya tambahan beberapa petunjuk. Selain itu terdapat pula bukti-bukti tidak langsung atau penjelasan yang berasal dari beberapa cabang biologi seperti genetika, sistematika, morfologi perbandingan, palaeontologi, embriologi, ekologi, dan sebagainya. Cabang Teori Evolusi Biologi Teori Evolusi Kimia Menurut Harold Urey 1893 menyatakan bahwa pada suatu saat atmosfer bumi kaya akan molekul zat seperti Metana CH4, Uap air H2O, AmoniaNH2, dan karbon dioksida CO2 yang semuanya berbentuk uap. Karena adanya pengaruh energi radiasi sinar kiosmis serta aliran listrik halilintar terjadilah reaksi diantara zat-zat tersebut menghasilkan zat-zat hidup. Teori evolusi Kimia dari Urey tersebut biasa dikenal dengan teori Urey. Menurut Urey, zat hidup yang pertama kali terbentuk mempunyai susunan menyerupai virus saat ini. Zat hidup tersebut selama berjuta-juta tahun mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup. Menurut Urey, terbentuknya makhluk hidup dari berbagai molekul zat di atmosfer tersebut didukung kondisi sebagai berikut Kondisi 1 tersedianya molekul-molekul Metana, Amonia, Uap air, dan hydrogen yang sangat banyak di atmosfer bumi Kondisi 2 adanya bantuan energi yang timbul dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis yang menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi membentuk molekul zat yang lebih besar Kondisi 3 terbentuknya zat hidup yang paling secerhana yang susunan kimianay dapat disamakan dengan susunan kimia virus. Kondisi 4 dalam jangka waktu yang lama berjuta-juta tahun, zat hidup yang terbentuk tadi berkembang menjadi seejnis organisme makhluk hidup yang lebih kompleks. Inti dari Teori Evolusi Biologi Evolusi merupakan ilmu yang mempelajari perubahan yang berangsur-angsur menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat. Teori evolusi merupakan suatu teori yang dinamis, selain penting dalam biologi juga dalam perkembangan teknologi. Teori evolusi biologis mengemukakan bahwa makhluk hidup merupakan hasil perkembanagn evolusi dari makhluk-makhluk hidup yang berbentuk lebih sederhana, yang secara perlahan-lahan berkembang menjadi berbagai spesies organisme. Namun, saat ini teori evolusi biologi tidak lagi identik dengan prototype darwinisme dan neo-darwinisme. Terdapat penjelasan yang berasal dari beberapa cabang biologi seperti genetika, sistematika, morfologi perbandingan, palaeontologi, embriologi, ekologi, dan sebagainya. Penulis Sritopia
Teoriini pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles seorang ahli fisafat dan ilmu pengetahuan Yunani. Pada masa itu, manusia mempercayai bahwa terjadinya makhluk hidup itu secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya sehingga teori Abiogenesis ini sering disebut juga teori Generatio Spontanea.
Jakarta - Teori evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin menekankan bahwa evolusi terbentuk melalui seleksi alam menjadi teori yang paling populer dalam ilmu biologi. Namun, ada beberapa teori evolusi lain yang dirumuskan, baik sebelum maupun setelah merupakan salah satu teori dalam ilmu biologi yang menyatakan bahwa berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya di bumi berasal dari jenis lain yang sudah ada sebelumnya, dilansir dari Ensiklopedia Britannica. Teori ini menjadi kunci dalam teori biologi Teori EvolusiTeori evolusi sebenarnya sudah ada jauh sebelum dipopulerkan oleh Darwin. Biologi evolusioner diketahui berakar dari pemikiran evolusi dan transmutasi spesies yang digagas oleh filsuf Yunani, Anaximander. Pemikiran tersebut kemudian berkembang di zaman Aristoteles. Berikut empat teori evolusi dari masa sebelum Darwin hingga setelahnya1. Teori Evolusi Zaman AristotelesTeori evolusi zaman Aristoteles dan rekan-rekannya ini seringkali dikenal dengan masa fiksisme. Pemikiran mereka lebih bercorak pada fiksi ilmiah yang berdekatan dengan mitos. Salah satu konsep yang berkembang sampai abad ke-18 adalah anggapan bahwa organisme merupakan ciptaan Tuhan yang kemudian dikenal sebagai teori ciptaan itu, mereka juga berpendapat bahwa cacat pada anggota tubuh merupakan kutukan, bukan perubahan makhluk hidup akibat seleksi alam maupun mutasi genetik. Demikian menurut penjelasan Victoria Henuhili dkk dalam bahan Teori Evolusi LamarckNaturalis besar Prancis Jean-Baptiste de Monet, chevalier de Lamarck, berpendapat bahwa organisme hidup mewakili suatu kemajuan, dengan manusia sebagai bentuk tertinggi. Pandangan ini kemudian diusulkan sebagai teori evolusi kehidupan pada awal abad organisme berevolusi selama ribuan tahun dari bentuk yang lebih rendah ke bentuk yang lebih tinggi, sebuah proses yang masih berlangsung dan puncaknya adalah manusia. Perbedaan antar individu terjadi karena kebiasaan yang dilakukan oleh individu teori ini, karakteristik organisme akan diwariskan. Gagasan ini kemudian dikenal sebagai Lamarckisme. Meskipun teorinya tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Lamarck memberikan kontribusi penting dalam tahapan evolusi biologis dan mendorong penelitian selanjutnya yang tak terhitung Teori Evolusi DarwinDarwin atau dengan nama asli Charles Robert Darwin, memperkenalkan teori evolusi melalui seleksi alam. Teori ini pertama kali dirumuskan dalam buku Charles Darwin "On the Origin of Species" pada tahun 1859, yang menjelaskan bagaimana organisme berevolusi dari generasi ke generasi melalui pewarisan sifat fisik atau pandangan Darwin, individu dengan sifat yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungannya akan membantu mereka bertahan hidup dan memiliki lebih banyak keturunan, yang akan mewarisi sifat-sifat mengumpulkan bukti yang menunjukkan bahwa evolusi telah terjadi. Ia menyimpulkan bahwa beragam organisme memiliki nenek moyang yang sama dan makhluk hidup telah berubah secara drastis sepanjang sejarah Teori Evolusi WeismannAugust Friedrich Leopold Weismann mempelajari bagaimana ciri-ciri organisme berkembang dan berevolusi dalam berbagai organisme, kebanyakan serangga dan hewan air, di Jerman pada akhir abad ke-19 dan awal abad dari Weismann mengajukan teori kontinuitas plasma nutfah, sebuah teori hereditas. Dia berpendapat bahwa hanya perubahan pada sel germinal saja yang dapat diwariskan, bukan sel tubuh. Pada tahun 1896, berdasarkan teori plasma nutfahnya, Weismann mengusulkan teori seleksi germinal sebagai perluasan teori evolusi melalui seleksi alam dalam Über Germinal-Selection eine Quelle bestimmt gerichteter Variation On Germinal Selection as a Source of Definite Variation. Simak Video "Melihat Tulisan Tangan Galileo Galilei, Isaac Newton, dan Charles Darwin" [GambasVideo 20detik] kri/nwy
MataKuliah Evolusi saat ini lebih banyak membahas tentang bagaimana asal usul makhluk hidup dan bagaimana mekanisme perubahan dari makhluk hidup satu ke makhluk hidup lainnya.Evolusi biologis membahas bagaimana perubahan spesies dari tingkat rendah sampai ke tingkat yang lebih tinggi.Kajian evolusi untuk melihat asal usul makhluk hidup selama ini dilakukan melalui pendekatan biologi konvensional.
Halo adik-adik SMA, berikut ini adalah contoh soal Ujian Nasional Mapel Biologi. Materi yang dibahas yaitu teori asal-usul kehidupan. Selamat belajar. 1. Berikut ini adalah pernyataan yang berhubungan dengan asal-usul kehidupan 1 Timbulnya kehidupan hanya mungkin apabila telah ada kehidupan sebelumnya. 2 Belatung tidak terbentuk dari daging yang membusuk. 3 Pada atmosfer purba tidak terdapat unsur oksigen. 4 Zat hidup yang paling sederhana berkembang menjadi organisme yang lebih kompleks atau rumit dalam waktu berjuta-juta tahun. Pernyataan di atas yang sesuai dengan teori biologi modern yaitu ... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4 Jawab E Pembahasan Teori biologi modern merupakan teori tentang evolusi kimia. Para ahli teori biologi moderna menyatakan bahwa susunan isi atmosfer pada masa purba berbeda dengan isi atmosfer yang sekarang. Pada atmosfer purba tidak terdapat oksigen karena pada saat itu suhu sangat tinggi dan pada suhu tinggi oksigen mudah bersenyawa dengan unsur-unsur lain. Zat hidup yang dihasilkan dari persenyawaan unsur-unsur atmosfer purba akan berkembang menjadi organisme yang lebih kompleks dalam waktu berjuta-juta tahun. 2. Tahun 1926 Muller melakukan eksperimen terhadap lalat buah yang dipengaruhi sinar-X. Hasil eksperimen memunculkan variasi fenotipe yang tidak pernah dijumpai pada populasi liar, misal individu tanpa sayap dan bersayap melengkung yang mampu membentuk populasi di laboratorium. Apakah alasan yang tepat bahwa eksperimen tersebut dapat mempengaruhi keberlangsungan proses evolusi? A. fenotipe tersebut bersifat steril dan tidak stabil B. terjadi perubahan fenotipe akibat desakan lingkungan. C. fenotipe tersebut hanya muncul jika dipengaruhi sinar-X. D. fenotipe tersebut di alam tidak adaptif sehingga tidak lolos dari seleksi alam. E. fenotipe tersebut hanya berubah sesaat, ketika tidak dipengaruhi sinar-X maka akan kembali. Jawab D Pembahasan Sinar-X merupakan salah satu mutagen fisik yang dapat mengubah sifat suatu organisme. Mutan organisme hasil mutasi dapat memiliki sifat adaptif dan tidak adaptif. Jika lalat buah yang diberikan sinar-X memunculkan variasi fenotipe yang tidak pernah dijumpai di alam dan hanya dijumpai di laboratorium kemungkinan disebabkan karena mutan yang dihasilkan memiliki sifat yang tidak adaptif dengan alam sehingga tidak bisa bertahan atau tidak lolos seleksi alam. Mutan tersebut hanya adaptif di lingkungan laboratorium. 3. Beberapa ahli melakukan percobaan untuk membuktikan teori asal usul kehidupan 1 Antoni van Leuwenhoek dengan penemuan mikroskop untuk mengamati mikroorganisme dalam air rendaman jerami. 2 Spallanzani membuktikan bahwa mikroorganisme dalam air kaldu tidak akan terjadi dengan sendirinya. 3 Francessco Redi membuktikan bahwa ulat tidak muncul dari daging yang membusuk, tetapi dari telur lalat. 4 Louis Pasteur membuktikan bahwa mikroorganisme pada air kaldu berasal dari mikroorganisme yang ada di udara. 5 Stanley Miller membuktikan bahwa senyawa organik dapat terbentuk dari CH4, NH3, H2O, dan H2 yang berada di luar tubuh organisme. Kesimpulan percobaan yang berlawanan dengan teori abiogenesis adalah ... A. 1 dan 2 B. 1 dan 4 C. 2 dan 3 D. 3 dan 5 E. 4 dan 5 Jawab C Pembahasan Teori abiogenesis yaitu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Lawan dari teori abiogenesis adalah teori biogenesis, yaitu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Tokoh pendukung teori biogenesis adalah Lazaro Spallanzani, Francessco Redi, dan Louis Pasteur. Sedangkan teori abiogenesis didukung oleh Antoni van Leuwenhoek. Stanley Miller adalah tokoh pendukung teori evolusi kimia. 4. Kucing menjadi hewan piaraan di rumah mulanya berasal dari kucing liar yang hhidup di hutan. Kedua kucing tersebut telah menjadi spesies yang berbeda. Faktor yang menyebabkan terbentuknya spesies yang berbeda adalah ... A. Domestivikasi B. Seleksi alam C. Adaptasi lingkungan D. Hibridisasi dan seleksi E. Rekombinasi gen Jawab A Pembahasan Terbentuknya spesies baru disebabkan karena adanya isolasi, mutasi yang menyebabkan poliploidi, dan domestivikasi. Domestivikasi adalah menjadikan hewan liar menjadi hewan peliharaan, seperti menjadikan kucing liar menjadi kucing piaraan. 5. Faktor berikut yang merupakan pendorong terjadinya evolusi adalah ... A. homologi antara organ-organ pada makhluk hidup B. embriologi perbandingan dalam perkembangan makhluk hidup C. pengaruh alam yang mengadakan seleksi terhadap makhluk hidup D. persamaan sifat individu-individu dalam satu keturunan E. fosil yang diketemukan di berbagai lapisan batuan bumi Jawab C Pembahasan Terjadinya evolusi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya perkawinan tak acak, migrasi, hanyutan genetik, seleksi alam, mutasi, rekombinasi dan seleksi 6. Dua makhluk hidup mempunyai asal usul berbeda dan berkerabat jauh dalam perkembangannya akan mempunyai organ-organ yang memiliki fungsi serupa. Peristiwa ini disebut konvergensi. Faktor penyebab terjadinya peristiwa tersebut adalah ... A. perkawinan silang antarmakhluk hidup B. persaingan yang ketat C. jenis makanannya berbeda D. berada dalam tempat yang sama E. organ-organ yang bersifat homolog Jawab E Pembahasan Evolusi konvergensi adalah evolusi yang terjadi pada makhluk hidup yang memiliki nenek moyang yang sama. Berbagai makhluk hidup yang kelihatannya sangat berbeda ternyata masih menunjukkan unsur persamaan. Pada beberapa makhluk hidup yang berkerabat jauh dalam perkembangannya akan mempunyai organ-organ yang memiliki fungsi serupa. Organ-organ tersebut disebut bersifat homolog dan berasal bentuk asal yang sama. 7. Berikut ini organ-organ tubuh berbagai jenis makhluk hidup 1 Tangan manusia 2 Kaki depan anjing 3 Sayap burung 4 Sayap kupu-kupu 5 Sayap kelelawar Homologi adalah salah satu petunjuk adanya evolusi di muka bumi. Dari organ-organ di atas yang menunjukkan adanya proses homologi yaitu ... A. 1, 2, dan 3 B. 1, 3, dan 4 C. 1, 3, dan 5 D. 2, 3, dan 5 E. 3, 4, dan 5 Jawab A Pembahasan Homologi adalah organ-organ dari makhluk hidup yang memiliki bentuk asal sama, dan selanjutnya berubah struktur sehingga fungsinya berbeda. Contoh organ homolog, antara lain tangan manusia, kaki depan anjing, sayap burung. 8. Dari sejumlah populasi penduduk pada suatu daerah terdapat 9% penduduk penderita albino aa. Persentase populasi penduduk normal heterozigot adalah ... A. 21% B. 42% C. 58% D. 91% E. 98% Jawab B Pembahasan 9. Pernyataan yang sesuai dengan teori evolusi biologi tentang asal usul kehidupan pertama kali adalah ... A. organisme pertama terbentuk di atmosfer bumi sebagai hasil dari reaksi petir B. sel primordial yang memiliki sifat heterotrof terbentuk pertama kali di lautan C. organisme terbentuk sebagai hasil reaksi unsur C, H, O, serta N. D. organisme pertama di lautan yakni sebagai timbunan organik yang belum teruji E. sup purba sebagai kumpulan senyawa homogeni pertama kali terbentuk di lautan Jawab Pembahasan Teori evolusi biologi merupakan teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pertama berasal dari evolusi molekul organik yang berkembang menjadi struktur yang mengandung kehidupan sel. Makromolekul seperti asam amino terkonsentrasi menjadi cekungan yang dimulai di pantai dekat lautan. 10. Pernyataan di bawah ini menyebabkan perubahan leher jerapah. 1 Jerapah berleher panjang yaitu berasal dari induk jerapah berleher pendek. 2 Pada masa lampau terdapat jerapah dengan leher panjang maupun berleher pendek 3 Memanjangnya leher jerapah karena pengaruh lingkungan 4 Jerapah berleher pendek mati, tetapi berleher panjang tetap lestari/hidup. Menurut teori evolusi Darwin yang ada hubungannya dengan evolusi jerapah yaitu... A. 1 dan 2 B. 1 dan 4 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 5 Jawab D Pembahasan Teori evolusi yang dikemukakan oleh Darwin menjelaskan bahwa asal mula spesies yang tidak diciptakan secara mendadak dan berwujud sama selama hidup di bumi. Contohnya adalah pada jerapah. Pada masa lampau nenek moyang jerapah ada yang berleher pendek dan ada pula yang berleher panjang. Jerapah berleher pendek makin lama tidak mampu menjangkau makanan pada pepohonan yang tinggi dan akhirnya mati. Sementara itu, jerapah berleher panjang mampu menjangkau makanan dan dapat hidup sampai sekarang.Didalam biologi, pengertian evolusi telah mengalami perkembangan, Darwinisme: Evolusi adalah perubahan bertahap pada rentang waktu yang sangat panjang (makro evolusi). Dengan berkembangnya genetika molekuler, para ilmuwan mengembangkan teori evolusi komprehensif yang menggabungkan Darwinisme dengan Mendelisme yang selanjutnya dikenal sebagai Organisme adalah individu yang menampakkan ciri-ciri kehidupan. Mulai dari bakteri, eukariota, tumbuhan, hingga manusia semuanya dianggap sebagai organisme atau makhluk hidup. Bumi pada zaman purba telah memiliki kehidupan yang bermula dari organisme awal tersebut telah berkembang, berevolusi, dan berperan penting dalam kemunculan kehidupan biologis berikutnya. Ada beberapa organisme awal yang berperan penting dalam kehidupan di Bumi hingga saat lima organisme tertua di Bumi yang telah membentuk awal mula kehidupan. Apa saja, ya? Yuk, dibaca hingga Eukariota pertama muncul pada 1 hingga 1,5 miliar tahun penelitian dan studi ilmiah yang pernah dicatat dalam Max Planck Institute mengungkap bahwa keberadaan eukariota telah ada sejak 1,5 miliar tahun silam. Beberapa ilmuwan dari institut ini telah melakukan penelitian dengan metode terbaru yang akhirnya dapat menyimpulkan bahwa kehidupan eukariota lebih muda dibandingkan perkiraan sendiri merupakan organisme bersel yang sudah memiliki nukleus dan beberapa organel bermembran lainnya. Organisme ini sudah dianggap kompleks karena dapat berkembang dan berevolusi sehingga menciptakan babak baru dalam kehidupan biologis satu yang termasuk dalam famili eukariota adalah amuba. Sedangkan bakteri masuk dalam kelompok prokariota. Sampai dengan saat ini, menurut sains biomolekuler, eukariota purba dianggap sebagai nenek moyang dari semua kehidupan biologis kompleks tanaman, hewan, dan manusia yang ada di LUCA Last Universal Common Ancestor ada pada 4 miliar tahun terbesar yang juga dipelajari oleh banyak ilmuwan biologi adalah sejarah tentang kemunculan eukariota dan prokariota. Para ilmuwan dan ahli biomolekuler percaya bahwa sebelum kemunculan eukariota dan prokariota terdapat kemunculan awal yang dinamakan LUCA Last Universal Common Ancestor seperti ditulis dalam laman dikategorikan sebagai mikroba purba yang ada pada 4 miliar tahun lalu, di mana rentang waktu tersebut tidak jauh dari masa-masa pembentukan awal Bumi sekitar 4,6 miliar tahun LUCA bergantung pada hidrogen, karbon dioksida, dan nitrogen, yang dapat mengubahnya menjadi senyawa organik. Ada jejak-jejak mikroba purba ini yang terdapat jauh di dasar laut yang kaya akan dan studi ilmiah yang dilakukan NASA juga menyimpulkan bahwa LUCA memiliki gen yang cukup kompleks untuk dapat membentuk kehidupan modern di masa-masa sesudahnya. Bukti genetik inilah yang menjadi cikal bakal penelitian tentang awal mula genetik makhluk hidup di Arkea yang ada pada 2 miliar tahun lalu atau archaea merupakan kelompok atau famili mikroorganisme bersel tunggal. Mikroorganisme ini tidak memiliki inti sel dan organel. Secara tegas, arkea memang terpisah dari jenis sains Fossil Museum mencatat bahwa jejak dalam fosil arkea diperkirakan berusia 2 hingga 2,7 miliar tahun lalu. Ada sebuah teori yang saat ini masih menjadi perdebatan, di mana teori tersebut menyatakan bahwa eukariota adalah hasil evolusi dari arkea memiliki rantang usia yang jauh lebih tua, namun bukti genetik justru mengarah pada pembagian kelas yang tegas antara arkea dan eukariota. Carl Woese, seorang ilmuwan mikrobiologi, juga menyatakan bahwa arkea dan eukariota merupakan organisme yang terpisah sejak kemunculan leluhurnya, yakni LUCA. Baca Juga 9 Nama Organisme ini Berasal dari Karakter Fiksi, Gak Nyangka! 4. Bakteri sudah ada di Bumi pada 2,5 miliar tahun dan arkea ada pada saat yang hampir bersamaan. Mereka adalah organisme yang sangat kuat karena dapat beradaptasi pada lingkungan ekstrem di masa purba, seperti dicatat dalam laman tersebut dapat tumbuh dengan baik di lingkungan yang panas, dingin, asam, dan bahkan pada kedalaman laut. Berbeda dengan sel eukariotik, evolusi yang terjadi pada bakteri biasanya terjadi secara juga sangat berbeda dengan virus. Bakteri merupakan makhluk hidup yang menampakkan ciri-ciri kehidupan di luar inangnya, sedangkan virus tidak. Dalam perkembangan evolusinya, bakteri terpisah menjadi beberapa jenis dan Ubur-ubur sisir adalah hewan kompleks pertama di sisir atau Ctenophora merupakan hewan atau organisme kompleks yang ada akibat ledakan kambrium. Penemuan ini sangat mengejutkan banyak ilmuwan, mengingat bahwa ubur-ubur sisir sudah dianggap sangat modern pada zaman kambrium sendiri merupakan fase di mana terjadi kemunculan banyak filum dan spesies secara masif dalam rentang waktu yang relatif singkat. Hasil dari studi dan penelitian ini membuat paradigma sains tentang kemunculan makhluk hidup zaman purba sedikit berubah, seperti ditulis Live ubur-ubur sisir merupakan hewan yang rumit dan kompleks, dan bagaimana ia bisa muncul begitu saja pada fase ledakan kambrium tersebut? Pertanyaan ini masih belum dijawab secara tuntas oleh sains. Ledakan kambrium terjadi pada 500 hingga 900 juta tahun silam. Dan fase ini terpisah jauh dengan fase kemunculan LUCA, bakteri, arkea, dan bahkan limaorganisme tertua di Bumi yang menjadi cikal bakal kehidupan modern saat ini. Ternyata, ada perjalanan sejarah yang cukup rumit di balik proses evolusi organisme, ya! Baca Juga 10 Makhluk Mitologis Ini Didasarkan dari Kisah Nyata, Lho! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. TeoriEvolusi Lamarck Naturalis besar Prancis Jean-Baptiste de Monet, chevalier de Lamarck, berpendapat bahwa organisme hidup mewakili suatu kemajuan, dengan manusia sebagai bentuk tertinggi. Pandangan ini kemudian diusulkan sebagai teori evolusi kehidupan pada awal abad ke-19. Louise Pasteur berhasil menumbangkan teori abiogenesis dan mengukuhkan teori biogenesis. Tetapi ia belum berhasil menjelaskan kapan dan darimana sel yang pertamakali terbentuk. Para ahli seperti Alexander Ivanovich Oparin dari Rusia, Harold Urey dan Stanley Miller dari Amerika yang pertamakali mengajukan hipotesa tentang terbentuknya sel hidup yang pertama berdasarkan konsep biologi modern, terutama biokimia. Kondisi awal mula kehidupan Big Bang ! Mengenai teori terbentuknya bumi dan planet-planet lain ada dua teori yang terkenal yaitu teori kabut asal nebula dan teori dentuman besar big bang.Teori nebula menyatakan bahwa bermilyar tahun yang lalu bintang-bintang di angkasa yang tidak stabil meledak. Debu dan gas hasil ledakan ini lalu membentuk kabut yang disebut kabut asal nebula. Kabut asal kemudian memadat lalu meledak, menghasilkan bintang dan planet baru termasuk bumi. Bumi pada mulanya diperkirakan berupa gumpalan gas dan debu yang tersusun dari berbagai unsur seperti oksigen, nitrogen, karbon, silikon, besi, nikel, dan aluminium. Unsur-unsur tersebut kemudian mencair. Unsur yang lebih berat mengendap dan yang ringan akan membentuk atmosfir. Kondisi saat itu diperkirakan amat panas dengan suhu 40000 C – 80000 C. Ketika mulai mendingin, karbon dan beberapa logam mengembun dan membentuk inti bumi, sedangkan permukaannya mungkin gersang, tandus, dan tidak datar. Oleh kegiatan vulkanik permukaan bumi yang masih lunak itu bergerak dan berkerut terus menerus, dan ketika mendingin kulit bumi tampak berlipat dan pecah. Keadaan atmosfer juga berbeda dengan keadaan atmosfer sekarang. Gas ringan seperti hidrogen, helium, nitrogen, oksigen, dan argon lepas meninggalkan bumi karena medan gravitasi bumi yang sebagian mengembun itu tidak dapat menahan gas tersebut. Namun senyawa sederhana yang mengandung unsur tersebut di atas ditahan, seperti air dalam bentuk uap, amonia, hidrogen, dan metana. Ketika suhu turun di bawah 1000 C berlangsunglah proses pendinginan, air di atmosfer mengembun dan hujan turun, akhirnya terbentuklah sungai yang mengandung mineral yang larut dari lapisan bumi menuju ke laut. Evolusi Kimia Alexander Ivanovich Oparin Hipotesis Oparin Dalam kondisi awal bumi seperti di atas Alexander Ivanovich Oparin mengajukan hipotesis, bahwa pada atmosfer purba bumi waktu itu terdapat senyawa air H2O, hidrogen H2, amonia NH3, dan metana CH4. Dengan bantuan energi yang ada pada saat itu misalnya energi panas bumi, sinar matahari, sinar ultra violet, sinar kosmis, maupun loncatan petir, menyebabkan bahan-bahan tersebut terurai dan terbentuklah molekul-molekul organik. Molekul organik yang terbentuk terkumpul pada permukaan perairan baik laut, danau, sungai, maupun kolam. Kumpulan bahan organik yang terdapat di perairan tersebut dinamakan sup purba atau sup primordial. Di sinilah diperkirakan tempat kehidupan pertamakali muncul. Meskipun telah mengajukan hipotesis, tetapi Oparin tetap berpendapat sangat sulit mempertimbangkan mekanisme transformasi molekul organik sebagai benda tak hidup ke benda hidup. Percobaan yang dilakukan Herrera untuk membuktikan hipotesis Oparin, menghasilkan asam amino dan suatu pigmen. Tetapi seperti halnya Oparin, dia gagal mengkorelasikan pendapatnya dengan masalah asal mula terjadinya kehidupan. Mirip dengan hipotesis yang diajukan Oparin, seorang ahli kimia Amerika, Harold Clayton Urey, menyatakan bahwa pada suat saat atmosfer bumi kaya akan molekul metana, hidrogen, uap air, dan amonia. Karena pengaruh radiasi sinar kosmis dan aliran listrik halilintar terjadilah reaksi yang menghasilkan zat hidup. Menurut Urey zat hidup pertama tersebut selama berjuta-juta tahun mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup seperti sekarang ini. Harold Urey Stanley Miller, mahasiswa Urey di Chicago University, merancang alat yang digunakan untuk membuktikan hipotesis Urey. Ke dalam alat yang diciptakannya Miller memasukkan gas hidrogen, metana, amonia, dan air, kemudian dipanaskan selama seminggu sehingga gas-gas tersebut dapat bercampur di dalamnya. Sebagai pengganti energi listrik halilintar, ia mengaliri perangkat tersebut dengan loncatan listrik tegangan tinggi. Berberapa waktu kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap air yang tertampung, ternyata terdapat senyawa organik sederhana seperti asam amino, adenin, dan gula sederhana seperti ribosa. Stanley Miller EksperimenMiller Eksperimen Miller tersebut banyak dikaji ulang oleh para ahli lain dan ternyata memberikan hasil yang lebih mantap. Bila ke dalam perangkat tersebut dimasukkan senyawa fosfat, ternyata dapat dibentuk ATP. Lembaga penelitian lain menyatakan dalam percobaannya dapat dihasilkan nukleotida yang merupakan penyusun utama DNA dan RNA yang berfungsi mengendalikan aktivitas sel dan penurunan sifat. Evolusi Biologi Miller telah membuktikan bahwa interaksi antar metana, amonia, air, dan hidrogen, ternyata membentuk asam amino yang merupakan substansi dasar sel hidup. Dengan demikian teori evolusi kimia telah berhasil dibuktikan secara eksperimental. Akan tetapi sampai sekarang belum diketahui bagaimana proses munculnya sel hidup yang pertama. Namun demikian para ahli sepakat menyusun skenario sebagai berikut Bahan organik yang terdapat di perairan sup purba akan saling berinteraksi membentuk makromolekul. Ini dibuktikan oleh Sydney W. Fox dengan mencampur berbagai asam amino dan juga berbagai monomer atau subunit seperti glukosa dan kemudian memanaskannya. Ternyata makromolekul-makromolekul memang dapat terbentuk. Makromolekul yang telah terbentuk cenderung membentuk agregat atau koaservat. Koaservat berbentuk bulatan atau tetesan kecil di dalam air dan dibatasi dari medium luarnya oleh lapisan membran tipis. Fox dalam percobaannya juga menunjukkan bahwa molekul protein yang terbentuk dengan pemanasan juga membentuk koaservat. Koaservat-koaservat memiliki membran yang memisahkannya dari medium di sekelilingnya. Bahkan Fox juga menunjukkan bila koaservat tersebut dimasukkan de dalam larutan yang hipertonik, mereka akan menyusut. Ini menunjukkan bahwa koaservat mempunyai sifat dapat melakukan osmosis seperti halnya sel hidup. Tahapan dalam evolusi kehidupan menurut hipotesis Oparin 1. Bumi primitif. Atmosfir mengandung hidrogen, air, metana dan amonia. 2. Sintesis dari campuran organik sederhana alkohol, gliserin, asam organik, purin, dan pirimidin. 3. Sintesis dari makromeolekul karbohidrat, lemak, protein, enzim, nukleotida, dan asam nukleat. 4 Gabungan dari berbagai makromolekul membentuk partikel-partikel besar dan kompleks. 5. Membran membungkus organisme-organisme heterotrof primitif yang melakukan fermentasi. 6. Permulaan duplikasi dan reproduksi molekular. 7. Fotosintesis dan respirasi Koaservat satu dengan yang lain lalu berinteraksi membentuk koaservat yang lebih besar. Ini memungkinkan terbentuknya berbagai campuran molekul-molekul berbeda di dalam satu koaservat. Terbentuknya membran primitif akan disusul oleh terbentuknya membran yang sesungguhnya. Membran tersebut akan melindungi makromolekul-makromolekul yang ada di dalamnya. Disamping itu juga mendekatkan antar molekul tersebut agar dapat lebih mudah berasosiasi atau meningkatkan kesempatan mereka melakukan reaksi-reaksi kimia. Koaservat dengan membran akan berkembang menjadi lebih kompleks bila di dalam reaksi kimia selanjutnya dapat membentuk asam nukleat yang dapat memegang peranan penting dalam pengendalian aktivitas koaservat, termasuk kegiatan pembentukan keturunan yang harus memiliki struktur dan komposisi molekul-molekul yang sama dengan koaservat induknya. Fase inilah yang dianggap sebagai tahap sel hidup pertama sel primitif. Transformasi bahan organik hasil evolusi kimia menjadi sel hidup yang pertama, berlangsung melalui evolusi biologi, dan berlangsung sampai sekarang hingga tercipta seluruh makhluk hidup yang ada saat ini. Sudah Dibaca 11,251 Evolusidalam kajian biologi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. AGMahasiswa/Alumni Universitas Gadjah Mada29 Agustus 2022 0956Jawaban yang benar untuk soal di atas adalah organisme pertama yang terbentuk adalah organisme heterotrof. Evolusi biologi bermula dari teori evolusi kimia yang menyatakan bahwa asam amino terbentuk dari reaksi kimia zat-zat anorganik di atmosfer yang kemudian jatuh ke bumi. Dengan bantuan radiasi ultraviolet sinar matahari, maka dapat terbentuk senyawa yang penting dalam kehidupan seperti protein. Selanjutnya berbagai senyawa akan membentuk organisme prokariotik heterotrof. Heterotrof merupakan makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Makhuk hidup heterotrof memperoleh sumber energinya dari memakan mahkluk hidup lain. Lambat laun organisme prokariotik akan berevolusi menjadi organisme eukariotik dan organisme heterotrof akan berevolusi menjadi organisme autotrof karena semakin berkurangnya nutrisi yang tersedia di bumi. Urutan perkembangan evolusi makhluk hidup adalah heterotrof ke autotrof. Jadi, organisme pertama yang terbentuk adalah organisme akses pembahasan gratismu habisDapatkan akses pembahasan sepuasnya tanpa batas dan bebas iklan! EvolusiDalam Biologi seperti adanya peristiwa kompetisi antara organisme yang mempunyai kebutuhan sama. ± 500.000 sampai 50.000 tahun yang lalu, orang beranggapan bahwa makhluk ini manusia primitif yang pertama. Secara tepat takdapat diketahui kapan manusia modern ini muncul, tetapi mungkin yang tertua adalah tengkorak Swanscombe yang Menurut Teori Evolusi Biologi Organisme Pertama Yang Terbentuk Adalah Organisme. nama ahli yang dimaksud adalah …. ilmuwan belanda melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa agen penyebab penyakit pada tanaman tembakau dapat berkembang biak. nama ahli yang dimaksud adalah …. ilmuwan belanda melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa agen penyebab penyakit pada tanaman tembakau dapat berkembang biak. tanaman yang sehat menjadi sakit. nama ahli yang dimaksud adalah …. . Tahapan-tahapan pada evolusi biologi meli... Urutan tahapan dari evolusi biologi adalah 1, 4, 3, 2. Evolusi biologi bermula dari teori evolusi kimia yang menyatakan bahwa asam amino terbentuk dari reaksi kimia zat-zat anorganik di atmosfer yang kemudian jatuh ke bumi. Dengan bantuan radiasi ultraviolet sinar matahari, maka dapat terbentuk senyawa yang penting dalam kehidupan seperti protein dan DNA serta RNA. Selanjutnya berbagai senyawa akan membentuk organisme prokariotik heterotrof. Lambat laun organisme prokariotik akan berevolusi menjadi organisme eukariotik dan organisme heterotrof akan berevolusi menjadi organisme autotrof karena semakin berkurangnya nutrisi yang tersedia di bumi. Gagasan Charles Darwin soal asal-usul kehidupan 150 tahun kemudian surat yang ditulis pada 1871, bagaikan ramalan Gagasan bahwa populasi hewan berubah seiring waktu, sehingga misalnya jerapah saat ini memiliki leher yang lebih panjang daripada nenek moyang jauh mereka, banyak dibahas pada tahun 1800-an. Pada tahun 1953, seorang mahasiswa muda Amerika bernama Stanley Miller menunjukkan bahwa asam amino, bahan penyusun protein, dapat terbentuk dalam suatu peralatan sederhana yang meniru kondisi atmosfer dan samudra di Bumi purba. Tetapi garis besar pokok teori itu masih dipertimbangkan hingga hari ini, dan banyak peneliti yakin bahwa itulah penjelasan terbaik yang kita punya tentang asal mula kehidupan. "Ia perlahan-lahan bergerak menuju skenario lengkap untuk sintetis asam nukleat yang panjang dan kompleks," kata Kate Adamala dari University of Minnesota di Minneapolis. Mereka menaruh bahan kimia berbasis karbon sederhana dalam air panas di atas permukaan mineral dan berulang kali memaparkannya pada siklus basah-kering. Demikian pula, David Deamer dari University of California, Santa Cruz telah menunjukkan bahwa siklus basah-kering dapat mendorong pembentukan "protosel" sederhana, di mana molekul biologis seperti RNA menjadi diselimuti cangkang lipid. Ini Teori Evolusi Biologi yang Mudah Dipahami! Teori evolusi biologis mengemukakan bahwa hewan, tumbuhan, dan juga manusia merupakan hasil perkembanagn evolusi dari makhluk-makhluk hidup yang berbentuk lebih sederhana, bermula dari adanya satu atau beberapa bentuk makhluk hidup sangat sederhana pda awal kehidupan di bumi yang secara perlahan-lahan berkembang menjadi berbagai spesies organisme Widodo, 1993. Kebenaran evolusi yang diperoleh dari penarikan kesimpulan secara induktif ini diterapkan berlaku umum terhadap semua organisme. Sementara itu, hanyutan genetik Bahasa Inggris Genetic Drift merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Saat ini teori evolusi biologi tidak lagi identik dengan prototype darwinisme dan neo-darwinisme karena adanya tambahan beberapa petunjuk. Selain itu terdapat pula bukti-bukti tidak langsung atau penjelasan yang berasal dari beberapa cabang biologi seperti genetika, sistematika, morfologi perbandingan, palaeontologi, embriologi, ekologi, dan sebagainya. Menurut Urey, terbentuknya makhluk hidup dari berbagai molekul zat di atmosfer tersebut didukung kondisi sebagai berikut . Terdapat penjelasan yang berasal dari beberapa cabang biologi seperti genetika, sistematika, morfologi perbandingan, palaeontologi, embriologi, ekologi, dan sebagainya. 4 Teori Evolusi, Bukan Hanya dari Charles Darwin Namun, ada beberapa teori evolusi lain yang dirumuskan, baik sebelum maupun setelah Darwin. Evolusi merupakan salah satu teori dalam ilmu biologi yang menyatakan bahwa berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya di bumi berasal dari jenis lain yang sudah ada sebelumnya, dilansir dari Ensiklopedia Britannica. Biologi evolusioner diketahui berakar dari pemikiran evolusi dan transmutasi spesies yang digagas oleh filsuf Yunani, Anaximander. Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa cacat pada anggota tubuh merupakan kutukan, bukan perubahan makhluk hidup akibat seleksi alam maupun mutasi genetik. Meskipun teorinya tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Lamarck memberikan kontribusi penting dalam tahapan evolusi biologis dan mendorong penelitian selanjutnya yang tak terhitung jumlahnya. Ia menyimpulkan bahwa beragam organisme memiliki nenek moyang yang sama dan makhluk hidup telah berubah secara drastis sepanjang sejarah bumi. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Pemikiran-pemikiran evolusi seperti nenek moyang bersama dan transmutasi spesies telah ada paling tidak sejak abad ke-6 SM ketika hal ini dijelaskan secara rinci oleh seorang filsuf Yunani, Anaximander. [20] Pada akhir tahun 1859, publikasi Darwin, On the Origin of Species, menjelaskan seleksi alam secara mendetail dan memberikan bukti yang mendorong penerimaan luas evolusi dalam komunitas ilmiah. Misalnya, variasi dalam jumlah besar di antara individu mengizinkan suatu spesies secara cepat beradaptasi terhadap habitat yang baru, mengurangi kemungkinan terjadinya kepunahan. Terdapat sebuah miskonsepsi bahwa evolusi bersifat "progresif", namun seleksi alam tidaklah memiliki tujuan jangka panjang dan tidak perlulah menghasilkan kompleksitas yang lebih besar. Sejarah kehidupan masih berupa eukariota, prokariota, dan arkaea bersel tunggal sampai sekitar 610 miliar tahun yang lalu, ketika organisme multisel mulai muncul di samudra pada periode Ediakara. Segera sesudah kemunculan organisme multisel, sejumlah besar keanekaragaman biologis muncul dalam jangka waktu lebih dari sekitar 10 juta tahun pada perstiwa yang dikenal sebagai ledakan Kambria. [187] Manakala bidang-bidang sains lainnya seperti kosmologi[188] dan ilmu bumi[189] juga bertentangan dengan interpretasi literal banyak teks keagamaan, biologi evolusioner mendapatkan oposisi yang lebih signifikan. .